Bagaimnapun percayalah ia adalah satu hak bagi seorang muslim yang memberi salam agar salamnya dijawab. Ketahuilah bahawa hukum memberi salam ini dinyatakan dengan jelas dalam hadis Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim yang bermaksud:
" Hak seorang Muslim atas Muslim yang lainnya ada lima, iaitu menjawab salam, menziarahinya ketika sakit, menghantarkan jenazahnya, memenuhi undangannya, dan mendoakannya jika bersin."
dan dalam riwayat Muslim ada tambahan:...Jika dia meminta nasihat kepadamu, maka berilah dia nasihat."
Bahawa ucapan salam tidak seharusnya dihadkan kepada orang yang dikenali sahaja. Ini kerana di dalam islam setiap orang adalah bersaudara.
Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan daripada Anas r.a., Rasulullah Saw bersabda yang bermaksud:
" Tidak sempurna iman seseorang daripada kamu hingga dia menyayangi saudaranya sebagaimana dia menyayangi saudaranya sebagaimana dia menyayangi dirinya sendiri"
Bagaimanapun apakah kesan sekiranya dipraktikkan dengan orang yang tidak kita kenali?
Yang pasti ada dua kesan yang berbeza seperti di bawah:-
1. Orang yang menerima salam akan menjawab dengan senyum dan
kedua pihak mula bertegur sapa ;
2. Orang yang menerima salam akan memandang kita dengan pandangan
yang semacam (siapa dia ni)-agaknya orang yang kurang ilmu
menganggap salam hanya patut diberikan kepada orang yang
dikenali sahaja.
Marilah kita bersama menghayati diri , ucapan salam dan menjawap salam adalah perkara mudah yang dituntut dalam islam tapi sering diremehkan hingga diabaikan.
“ Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban” Disebutkan di dalam Muwattha’ Imam Malik, diriwayatkan oleh Tufail bin Ubai bin Ka’ab bahwa, Abdullah bin Umar RA biasa pergi ke pasar hanya untuk memberi salam kepada orang-orang disana tanpa ada keperluan membeli atau menjual apapun. Ia benar-benar memahami erti pentingnya mengawali mengucapkan salam.
Pada bagian kalimat terakhir Surat An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman:
… Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan. Disini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang di antara kita semua.
Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahwa:
- Orang yang berkendaraan harus memberi salam kepada pejalan-kaki.
- Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk.
- Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya.
- Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal.
- Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab).
- Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu.
- Ketika sedang salat. Membalas ucapan salam ketika solat membatalkan solatnya.
- Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur’an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam.
- Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi.
Jika orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) datang kepadamu, ucapkanlah “Salaamun’alaikum (selamat-sejahtera bagimu)”, Tuhanmu telah menetapkan bagi diri-Nya kasih-sayang. (Yaitu) Bahwa barangsiapa berbuat kejahatan karena kejahilannya (tidak tahu/bodoh) kemudian ia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Di ayat ini Allah SWT memerintah Nabi Muhammad SAW sehubungan dengan orang-orang beriman yang miskin, yang hampir semuanya menumpang tinggal di tempat para sahabat. Walaupun orang-orang kafir yang kaya meminta agar Rasulullah SAW mengusir para dhuafa’ itu supaya orang-orang kaya itu dapat bersama Rasulullah, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyambut para dhuafa’ Muslim itu dengan ‘Assalamu ‘alaikum’ semasa mereka datang.
Hal ini mengandung dua maksud:
Pertama, menyampaikan penghormatan dari Allah SWT kepada mereka. Ini adalah kehormatan dan penghargaan yang tinggi bagi Muslim yang miskin dan tulus hati. Perlakuan ini menguatkan hati dan menambah semangat mereka.
Kedua, menyampaikan sambutan yang baik yang layak diterima, atas izin Allah SWT, dengan nyaman, damai dan tenang, meskipun jika mereka membuat beberapa kesalahan.
Jadi pastikan permata hati kita diasuh dari awal agar mendahului memberi salam dan membiasakan menjawab salam.
Wallahua'lam
No comments:
Post a Comment